DINAS DIKPORA GELAR VERVAL E-IJAZAH KESETARAAN

Dikpora Kota Bima - Menindaklanjuti Edaran Kemendikdasmen terkait Verifikasi dan Validasi Peserta Didik Tingkat Akhir di semua jenjang, Dinas Dikpora Kota Bima menggelar Verifikasi dan Validasi Peserta Didik Tingkat Akhir Jenjang Kesetaraan baik Tingkatan 2 atau Jenjang SD setara Paket A, Tingkatan 4 jenjang SMP setara Paket B dan Tingkatan 6 jenjang SMA setara Paket C. Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Dikpora Kota Bima Muhammad Humaiddin, M. Pd. berlangsung di ruang rapat Dinas Dikpora Kota Bima pada Kamis, 05 Februari 2025.
Zainuddin, S. Pd. selaku Kabid Pembinaan PAUD dan PNF dalam laporannya menyampaikan bahwa verval peserta didik jenjang Kesetaraan ini dilakukan dalam rangka melakukan pemetaan kelengkapan data peserta didik melalui kevalidan data NISN, NIK yang padan dengan Dukcapil dan meminimalisir residu yang muncul dalam rangka Penyiapan Penerima E-Ijazah Tahun 2025.
Sekdis dalam arahannya ketika mendampingi Verval menekankan harapan kepada SKB dan PKBM selaku penyelenggara Pendidikan Kesetaraan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik kesetaraan bahwa mengikuti Pendidikan Non Formal bukanlah sekedar memenuhi kebutuhan selembar ijazah.
"Amanat dari Direktur Pendidikan Non Formal bahwa Pendidikan Kesetaraan sekarang model pelaksanaannya bukanlah seperti pendidikan kesetaraan di awal-awal pembentukannya, Pendidikan kesetaraan sekarang role modelnya adalah Pendidikan Formal, jadi diharapkan agar PKBM serius dalam penyelenggaraannya." Ungkap Sekdis.
Selain menekankan kepada proses penyelenggaraan, sekdis juga menekankan kepada optimalisasi pendampingan dari Penilik terkait validasi data lembaga di lapangan, harapan adanya keprofesionalan tenaga tutor, minimal ada PKBM model yang menjadi role model sebagai tolak ukur kemajuan pendidikan non formal, kemudian PKBM harus memiliki rekam jejak melalui kelengkapan administrasi.
"Adopsi kelengkapan administrasi di pendidikan formal, PKBM tinggal menyesuaikan karakteristik pendidikan kesetaraan berbagai tingkatan dengan pendidikan formal, kelemahan kita di kesetaraan salah satunya administrasi penata usahaan ijazah belum ada, oleh karenanya fokus kita adalah melakukan verifikasi yang mendalam, dan inilah tujuan kita hari ini." lanjutnya.
Penilik Drs. Abdul Haris dan Iwan Satiadi, S. Sos, yang mendampingi proses verval mengamini yang disampaikan oleh Kabid dan Sekdis. Para penilik berharap bahwa ketika pelaksanaan AN kedepannya jangan sampai ada sistem joki dan 2024 kemarin SKB dan PKBM sudah maksimal melaksanakan AN dan harapan kepada Lembaga Pendidikan Kesetaraan bahwa pelaksanaan KBM tetap mengikuti kalender pendidikan karena Pendidikan Non Formal adalah setara dengan pendidikan formal.
Hadir pada kegiatan JF. Kurikulum dan PD, Kepala SKB Kota Bima beserta Kasubag Umum, para Pengelola PKBM se-Kota Bima beserta operator, Ketua Forum PKBM Kota Bima dan PIC E-Ijazah Kesetaraan. (Tim Web - yoel)