FESTIVAL PANEN HASIL BELAJAR CGP ANGKATAN 11 KOTA BIMA

Dikpora Kota Bima - Lokakarya 7 Program Pendidikan Guru Penggerak yang bertajuk "Festival Panen Hasil Belajar" akhirnya digelar. Setelah selama 6 bulan lamanya Calon Guru Penggerak Kota Bima Angkatan 11 mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak bagi Calon Guru Penggerak.
Festival Panen Hasil Belajar ini merupakan momen "memanen" para Calon Guru Penggerak Hebat Kota Bima yang merupakan satu tahapan CGP melakukan berbagi praktik baik dari hasil aksi nyata dan berbagi hasil panen bagi para Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 11 disekolahnya masing-masing selama mengikuti Pendidikan.
Festival yang merupakan kolaborasi Balai Guru Penggerak Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Bima serta Calain Guru Penggerak Angkatan 11 Kota Bima ini dilaksanakan di Gedung Seni dan Budaya Kota Bima pada Minggu, 8 Desember 2024.
Festival yang dihadiri langsung oleh Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi NTB bapak L. Wirman Kasmayadi, S. Pd., M. Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa beliau sempat ke Kota Bima 2 tahun lalu dalam rangka melakukan Uji Calon Pengawas Sekolah dan sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Kepala BGP Provinsi NTT.
Festival Panen Hasil Belajar adalah puncak kegiatan Pendidikan bagi Calon Guru Penggerak. Proses pembelajaran Calon Guru Penggerak yang berawal dari refleksi dari diri, eksplorasi konsep, ruang kolaborasi, demonstrasi kontekstual, elaborasi pemahaman, koneksi antar materi hingga ke aksi nyata, semua itu dilakukan oleh Calon Guru Penggerak selama 6 bulan mereka mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak yang biasa kita sebut Lokakarya.
Perubahan mindset, perilaku dan tindakan guru penggerak yang sudah luar biasa akan termanifestasi pada aksi nyata dan praktik baik yang dilakukan oleh Guru Penggerak nanti.
Kota Bima sebagai salah satu kota di NTB yang mempunyai komitmen luar biasa dalam mendukung CGP. Dan terasa sekali dampak dan progresnya bagi pendidikan di Kota Bima.
“dan saya berharap Kota Bima kedepannya menjadi baromater pendidikan di NTB”. ujar beliau.
“Pak wali memiliki banyak pilihan untuk menentukan atau menyeleksi calon kepala sekolah dan pengawas sekolah. Indikator pendidikan salah satunya tersedianya calon kepala sekolah dan pengawas sekolah.” lanjutnya.
Guru adalah agen perubahan. Transisi dalam transformasi perubahan kebijakan yang terjadi seperti transformasi model program pendidikan, progrsm sekolah Penggerak bermetamorfosis kedalam program yang lain, sesungguhnya Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Kota Bima adalah modal dasar bagi perubahan atau transformasi pendidikan tersebut. Ekosistem transformasi pendidikan harus terus dibagi dan diimbaskan.
"Kita punya komunitas belajar sebagai wadah untuk berbagi praktik baik, sehingga ekosistem pendidikan akan terus tumbuh." Ujar beliau.
Harapan saya, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikannya memfasilitasi para guru-guru dan tenaga kependidikan untuk menghasilkan Inovasi-inovasi daerah akan muncul dan lahir dari KSPS dan Guru di Kota Bima". Lanjutnya.
“ada beberapa point yang harus dioerhatikan, diantaranya pengangkatan KSPS by sistem, pengelolaan kinerja akan ada perubahan di sistem dan akan disosialisasikan di masing-masing daerah, Guru Penggerak secara teknis bisa membantu Kepala Sekolah dalam mengimbaskan sistem ini dan sertifikasi di Tahun 2025 akan ada potensi di NTB sendiri sasaran peserta adalah sebanyak 26.000. Jadi yang mendapat notifikasi dari SIMPKB agar segera mendaftarkan dan dilakukan verval.
Sedangkan Penjabat Walikota Bima ketika membuka kegiatan menyampaikan bahwa Guru adalah pekerjaan mulia.
“karir saya berawal di sekolah. Dulu saya pernah honor di sekolah, saya juga pernah menjadi tenaga administrasi tapi saya sering di panggil pak guru”. kata beliau.
Pj.Walikota menyampaikan bahwa selama Progrsm Guru Penggerak beliau selalu mengikutinya dan selalu menghadiri Festival Panen Karya Guru Penggerak. Banyak tenaga pendidik di Kota Bima yang memiki inovasi-inovasi pendidikan.
Saya berharap inovasi-inovasi ini tidak mati tapi berlanjut sampai ke kancah nasional. Selamat mendapat predikat baru sebagai Guru Penggerak Kota Bima.
Untuk Kota Bima sendiri CGP Angkatan 11 berjumlah 79 orang, terbanyak dari SGP Angkatan sebelumnya. 2 diantaranya mengundurkan diri dan 1 tidak mampu melanjutkan pendidikan karena sakit. (yoel)