Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN)

KOTA BIMA. SENIN, 6 MEI 2024

Pejabat fungsional Kurikulum Bidang Dikdas Dikpora Kota Bima Endang Kurniawati, M.K.Pd bersama Guru Pembina Endang Mariniwati, S.Pd, Nining Aryani, S.Pd dan 2 orang siswa dari SDN 1 Kota Bima dan SMPN 6 Kota Bima mengikuti kegiatan di Jakarta selama 5 hari. tepatnya di Hotel Sultan.

Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN). di gelar oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)  Dengan mengusung tema Melestarikan Bahasa Daerah, Menjaga Kebinekaan Indonesia, kegiatan ini akan berlangsung pada 1 s.d. 5 Mei 2024 di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A.

”Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional ini merupakan sebuah media untuk memberikan apresiasi kepada para pihak yang telah berkontribusi secara terus menerus dalam program revitalisasi bahasa daerah,” disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminudin Aziz.

Sebagai bagian dari rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah, festival ini menjadi wadah diseminasi pelindungan bahasa dan menyosialisasikan kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Bahasa dan pemerintah daerah. Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Tahun 2024 sendiri telah dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia.

Dijelaskan oleh Aminudin, FTBI di daerah dilakukan secara berjenjang, mulai dari festival tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi untuk memilih anak-anak yang dipandang memiliki talenta luar biasa pada bidang dan materi yang dilombakan. Para pemenang di tingkat provinsi inilah yang kemudian diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti festival tingkat nasional.

lebih lanjut endang menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melestarikan bahasa daerah karena dinilai selama ini bahasa daerah mulai terkikis. dengan kegiatan ini untuk menjaga warisan pengetahuan lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya.

”Saat ini, FTBI sudah masuk dalam program manajemen talenta nasional. Sehingga para juaranya akan memiliki kebanggaan karena talentanya diakui oleh pemerintah,” ucap Aminudin.

Provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri memiiki 3 suku yaitu sasak, samawa dan mbojo dimana mbojo sendiri memiliki kalimat atau slogan yang harus di patuhi oleh masyarakat Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu seperti "Ngaha Aina Ngoho, Nggahi Rawi Pahu, Maja Labo Dahu". (Team web)